Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3 Persen, Ini Syaratnya

WAKTU.WEB.ID - Ekonom dari Kenta Institute, Eric Sugandi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,3 persen di 2017. Perkiraan ini lebih optimistis dibanding target pemerintah 5,1 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 karena ada dorongan dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah, serta investasi infrastruktur yang memberi multiplier effect.

"Target pertumbuhan ekonomi pemerintah sudah cukup realistis dan malah agak konservatif angka proyeksi. Tahun depan, prediksi saya pertumbuhan ekonomi 5,3 persen," jelasnya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Lebih jauh Eric mengaku, kunci mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan adalah menjaga momentum pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Menurutnya, konsumsi rumah tangga merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya pikir konsumsi rumah tangga akan tetap kuat, karena inflasi terkendali dan tambahan pendapatan dari proyek-proyek investasi pemerintah serta swasta," lanjutnya.

Syaratnya, pemerintah harus menggenjot investasi melalui program pembangunan infrastruktur. Sambungnya, tren penurunan suku bunga dan paket-paket kebijakan pemerintah akan mendukung pertumbuhan investasi di tahun depan.

"Pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur akan menciptakan multiplier effect melalui konsumsi dan investasi," jelas Eric.

Dari sisi eksternal, kata dia, harga komoditas energi diperkirakan terus menanjak. Kondisi tersebut, Eric bilang, akan membantu kinerja ekspor Indonesia, investasi di sektor energi, dan pendapatan kelompok rumah tangga yang menjalani usaha di bidang energi.

Eric menambahkan, sedangkan ekspektasi pelaku pasar keuangan terhadap kenaikan suku bunga The Fed atau ketidakpastian kebijakan Donald Trump hanya bersifat jangka pendek dan lebih mempengaruhi pasar keuangan daripada sektor riil.

"Kalau perlambatan ekonomi China efeknya ke sektor riil terutama kinerja ekspor batubara. Sedangkan ekonomi Eropa kalau melambat juga pengaruh ke kinerja ekspor Indonesia, tapi dampaknya tidak sebesar perlambatan ekonomi China," kata Mantan Kepala Ekonom Standard Chartered Bank itu.

Sumber: Liputan6.com

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

How to style text in Disqus comments:
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Hide Parser